Saturday, August 11, 2012

Makam Raja-raja di Gwaereung, Gyeongju


 

Kalau Anda berjalan-jalan di Korea, Anda akan menemukan beberapa gundukan tanah atau bukit kecil dengan rumput hijau di atas permukaannya. Mungkin Anda bertanya-tanya, ”Ini bukit untuk apa?”.  Tempat-tempat tersebut biasanya terpelihara dengan baik dan tertata rapi, jadi tampak seperti taman yang dapat digunakan sebagai area bermain. Namun sebenarnya tempat itu adalah makam. Makam-makam kuno Korea dibentuk dengan cara seperti ini.
Tempat ini bersarang di dalam hutan pinus di bagian selatan yang teduh dari daerah perbukitan. Tempat bersejarah ini dikenal dengan nama Gwaereung. Ini adalah dimana Raja Silla ke-38, Wongseong dibaringkan. Makam ini mempunyai tinggi 7,7 meter dengan keliling 21,9 meter. Menurut kepercayaan Korea, orang yang sudah meninggal akan kembali ke dalam kandungan ibu bumi. Oleh karena itu, makam-makam yang ada dibentuk menyerupai kandungan. Kedudukan seseorang di dalam masyarakat menentukan tinggi gundukan tanah tersebut.

 
 
Raja Wonseong (yang berkuasa dari 785 sampai 798) lahir sebagi Gyeongsin, keturunan ke-20 dari Raja Naemul. Dia berusaha untuk melakukan beberapa trobosan baru selama pemerintahannya. Beliau membentuk Dokseosampumgwa (system pendidikan), memperluas Byeokgoljae (waduk), dan mencatat sejumlah prestasi lainnya. Itulah alasan mengapa beliau menjadi orang yang sangat dikagumi.

Di makam tersebut terdapat gambar 12 zodiak oriental terpahat pada dinding penyangganya, sementara pilar batu dan meja batu mengelilingi makam tersebut. Terdapat sebuah tugu batu yang menghadap ke gundukan tanah, dan 80 meter dari tugu ini terdapat dua pasang patung batu singa yang berdiri dengan tegak. Mereka adalah rakyat penjaga dan prajurit penjaga. Di depan brigade patung yang membisu ini terdapat dua buah pilar batu.
 

Gambaran dari prajurit penjaga ini menyerupai yang dimiliki oleh orang-orang barat, dan para peneliti mencoba mengaitkan patung-patung ini dengan Persia. Batu nisannya sekarang sudah hilang, namun itu tertulis di atas hasil karya Choe Chiwon. Pertukaran budaya dengan Dinasti Tang dari Cina pastinya mempengaruhi Gwaereung, tetapi 12 gambaran zodiak oriental adalah hasil karya yang khas dari seniman Silla. Dalam berbagai macam monumen dan patung batu, tampak jelas gaya yang khas, kreatifitas, dan ketrampilan orang Silla. Oleh karena itu, relik-relik ini berharga sebagai benda budaya. Ini diyakini sebagai salah satu contoh makam kerajaan yang paling bagus yang dibangun pada masa kekuasaan Silla.

Apabila Anda ingin mengunjungi tempat ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Untuk sampai ke tempat ini, dari terminal Gyeongju, naik bis kota nomor 600, 605, 606, 607, 608, 609 dan turun di pintu masuk Gwaerung. Bagi Anda yang suka berjalan kaki, tempat ini berada sekitar 3km dari terminal Bulgaksa di jalan menuju ke Ulsan. Sebelum jembatan Gwaerung, ada pertigaan. Belok kiri dan ikuti jalan semen sejauh sekitar 500 meter, dan Anda akan tiba di lokasi.



Source : Wisata korea
Shared ;IniSajaMo

No comments:

Post a Comment